Namaku SOSIALITA,,banyak yang panggil litha,,mungkin lebih gampang diingatnya.Aku sering disebut sosialita yang pada arti sebenarnya adalah wanita kaya yang selalu bersosialisasi dengan kalangan nya yang nota bene orang-orang kaya.Namun berbeda dengan ku,mereka menyebutku seperti itu karna hidup ku abdikan untuk hal-hal sosial dan kemanusiaan.Tapi ku jauh dari kehidupan gemerlap malah lebih banyak dijalanan atau di rumah-rumah singgah ku,bersama anak-anak asuhku dan para lansia.
Semua berawal dari hidupku yang tak seindah lainya,namun aku bersyukur bisa jadi seperti yang sekarang ini.Hidup keras ajarkan ku bagaimana cara berusaha,ajarkan ku peka sesama,ajarkan ku bersyukur.Aku wanita 24th yang sampai kini belum menikah,tak ada sedikitpun dihatiku untuk melakukan ibadah yang satu itu,,entah kenapa?mungkin karna aku sudah terlalu sering tersakiti dan tak ada respect lagi dengan cinta lelaki.Mending ku bagi cintaku pada yang membutuhkan,anak-anak asuhku atau lpara lansia mungkin.Kutak peduli hidupku karna sudah dari dulu kurasakan tak ada yang bisa ku buat untuk orang lan apa lagi keluargaku.
Aku terlahir dari keluarga kaya raya,ayahku termasuk orang ternama dikotaku,ayah punya beberapa perusahaan dan lumayan besar.Ibuku cantik dan wanita terhormat,,aku sangat menyayanginya walaupun didikanya terlalu keras padaku.Aku anak semata wayang,anak tunggal yang sangat payah buat mereka,dan begitu pula yang kurasakan.Kuliahku dijurusan ekonomi kutinggalkan karna memang itu bukan mauku orang tuaku yang memilih.Alasanya simple karna akulah yang bakal pegang semua perusahaan ayah kelak.Saatku rasa ku tak mampu lanjutkan,saat itu pula kutinggalkan dan beralih ke jurusan seni.aku suka dengan semua hal yang berhubungan dengan seni,,apapun itu bentuknya.
Ibuku keras tabiatnya,,segala kehendaknya harus dituruti dan segera.Aku dibuat jadi seperti dirinya dan harus menjadi seperti dirinya,sedangkan aku sangat bertolak belakang denganya,jiwa senimanku kudapat dari kakek (kakek dari ayah).Kita sama-sama keras kepala sampai saat aku meninggalkan rumah karna aku ingin teruskan hidupku dengan pilihan ku sendiri,Aku berusaha sendiri hidupku kutopang dengan hasil dari menulis dan hasil kerjaku ngamen dicafe-cafe dikota ku saat malam,,pagi hingga siang aku habiskan dimini mart milik temanku.Cukuplah untuk hidupku sehari-hari.Orangtuaku tak pernah meninggalkanku,aku tau mereka slalu ada disekitarku,bahkan tabungan di rekeningku selalu bertambah.tapi aku tak mau gunakan.Aku bisa berusaha sendiri untuk hidupku walaupun pas-pasan.
Sampai pada saat orang tuaku meninggal karna kecelakaan pesawat,rasa menyesal bersarang dihatiku,kenapa tak kurawat orang tuaku yang hanya satu-satunya saat itulah aku berjanji pada diriku sendiri hidupku akan ku abdikan untuk anak-anak jalanan dan para lansia yang tak mampu.Aku teruskan beberapa perusahaan ayahku dibantu orang-orang kepercayaan ayahku.Walaupun saat itu jadi orang kantoran namun tak mengubah gaya hidupku yang selalu akrab dengan jalanan,orang-orang pinggiran,jalanan dan suasana malam kota yang sejuk.Karna dari situ aku tumbuh,dari situ pula aku mengerti arti penderitaan,banyak sekali derita dan kekurangan disana,menggugahku untuk merangkul mereka.
Aku tetap dngan baju serba hitamku kaos hitam dan jins kumal kebanggaanku,serta tas hitam kecil yang slalu kubawa kemanapun aku pergi.
Aku manusia biasa,aku tak mau dianggap berbeda karna apa yang kupunya.Karna ku tau itu hanya titipan Tuhan yang sewaktu-waktu dapat hilang seketika jika DIA berkehendak.Setiap hari aku kunjungi rumah-rumah singgahku,,aku dekat dengan mereka,mereka sangat sayang dan menghormatiku.Kuajarkan mereka beberapa ketrampilan yang kelak bisa jadi keahlian dan bisa membuka lahan pekerjaan.setiap 3 tahunya rumah singgah ku bertambah dan dari kolerasiku kudapatkan banyak bantuan pula alhamdulilah ucap syukurku.
Kerasnya hidup benar-benar ajarkan ku mengerti akan derita sesama,peka dengan mereka yang membutuhkan,Dan aku sangat berterima kasi pada Tuhan dan orang tuaku yang sudah membantuku dengan rizky yang Tuhan beri lewat perusahaan-perusahaan almarhum ayah.Aku berjanji pada diriku sendiri untuk abdikan hidupku untuk sosialitas.untuk ayah dan ibuku di syurga.
Aku wanita murung yang sangat beruntung Trima kasih TUHAN.
21:02
Herna Rebel





0 comments:
Post a Comment