bocah kecil nan lucu mendekati lintah merah yang sedang bersantai sambil kipas-kipas uang hasil dosa:
bocah: 'hai lintah merah,,,makin besar saja perutmu?
apakah makanmu banyak?? uangmu juga banyak sepertinya.
padahal kerjamu hanya duduk saja,dan sesekali menggertak orang",
lintah: "diam kau bocah!!tau apa kau,,
minum saja susumu,,lalu pergi tidur"
bocah: "lintah kenapa kau sangat merah?? apalagi kalo lagi marah.
kenapa kau lebih jahat dari beruang lapar?padahal kau sama-sama
beruang apalagi kau lebih kecil dari binatang berbulu itu?"
lintah: "mau tau saja kau ini,,dengar ya aku lebih hebat dari beruang berbulu
karna uangku lebih banyak dan harganya mahal,mengerti kau?"
aku marah kalau para orang miskin dan bodoh itu telat bayar hutang
dan bunganya,,"
bocah: "lintah uang dari mana itu??apakah kau tidak takut dosa?
aku takut dosa maka itu aku tidak mau berbohong atau mencuri..
karna ibuku bilang berbohong dan mencuri itu dosa,,"
lintah: "banyak bacot kau bocah,,mau ku bacok kau? ganggu aku saja.,
hehhh dosa itu nanti dineraka,itu urusanku dengan Tuhan,,tak usahlah
kau mau banyak tau,belum cukup umur kau"
bocah: "lintah aku punya gulali dari ibu,,dan layang-layang buatan ayah,karna
aku juara kelas,,kalau kau suka kau boleh ambil dariku tanpa harus
susah payah jadi juara kelas,,mau??"
lintah: "benarkah?buat aku semua itu?iya,,iya,, aku mau.hehehehe,,,,
kenapa kau baik padaku?padahal aku sudah jahat pada orangtua mu?
pasti ada maunya ya?hayoo ngaku saja"
bocah: "iya !!aku tukar semua itu dengan senyum orang tuaku yang kau ambil
kemarin,,mereka sangat murung dan ketakutan setelah kedatanganmu
boleh kuminta kembali senyum mereka??aku tak tahan melihat mereka
murung,,dan itu makanan kesukaanku dan barang kesayanganku ayah
sendiri yang buatkan itu untukku saat aku jadi juara kelas"?
lintah: "hahaha kau sama bodohnya dengan orang tuamu,,harusnya kau jaga
apa yang jadi kesayangan mu dan kepunyaanmu sekarang,,karna jika
semua itu hilang belum tentu bisa kau dapatkan lagi,orang tuamu
berhutang padaku,,mereka tak dapat kembalikan hutangnya beserta
bunga yang sudah ditentukan..jadi aku gertak mereka.kalao lusa masih
juga tak dapat membayar,,aku akan membawamu pergi dan akan
kujual ke pelacuran,itulah yang buat mereka murung,aku tidak mencuri
senyum mereka".
bocah: "apa aku semahal itu? sampai semua hutang orang tuaku yang sebegitu
sebegitu banyak hanya kau tukar dengan seorang aku ini"?.
lintah: "bukan itu !!masalahnya uanglah yang terpenting buatku,jika uangku
tak kenbali beserta bunganya aku akan marah dan akan sangat
menyakiti,,karna uangpun orangtuamu tak punya maka hal yang
paling ia sayang dan hanya satu-satunya aku ambil untuk kepuasan
hatiku,,paham kau?".
bocah: "ouwhhh lintah kau benar-benar orang yang sangat jahat ya,,apa kau
dulu sering dijahati orang,,yang membuatmu jadi sebegini jahat?",
lintah: "iya aku dendam pada orang-orang berduit itu,ibuku meninggal
dirumah sakit karna tidak bisa operasi jantung nya,karna kami tidak
punya uang,,ayahku maninggal karna dituduh mencuri ,dipukuli warga
hingga meninggal,,jadilah aku sebatangkara,,dan aku tumbuh
berselimut dendam dan angkara.aku benci uang,,aku dendam pada
warga,,dan jadilah aku seperti ini,,".
lintah merah menangis dipangkuan sibocah,,dan sibocah menghapus airmata
lintah merah,,lalu beranjak pergi,,dan lintah sudah berjanji pada sibocah tidak akan ambil senyum orang tuanya lagi,,dan hutang pun terlunaskan,
ketulusan hati mengalahkan segalanya,
20101111
PERCAKAPAN BOCAH DAN LINTAH MERAH
22:23
Herna Rebel




0 comments:
Post a Comment